LAPORAN LENGKAP
NAMA :
MUH . SYAFWAN BASRI
KLS/KLP :
IIIA/A.1.3
NIS :
124835
TANGAL PENETAPAN :
23 September 2014
JUDUL PENETAPAN :
Penetapan kadar asam lemak bebas yang
terkandung pada minyak kelapa
TUJUAN PENETAPAN :
Untuk mengetahui kadar asam lemak
bebas yang terkandung pada minyak kelapa
DASAR PRINSIP :
Penetapan kadar asam lemak bebas pada
titrasi sampel yang dilarutkan dengan alcohol netral oleh NaOH untuk
menetralkan asam lemak bebas
LANDASAN TEORI
Asam lemak adalah senyawa alifatik dengan gugus karboksil. Bersama-sama
dengan gliserol, asam lemak merupakan penyusun utama minyak nabati atau lemak dan
merupakan bahan baku untuk semua lipid pada makhluk hidup. Asam ini mudah dijumpai dalam minyak masak (goreng), margarin, atau lemak
hewan dan menentukan nilai gizinya. Secara alami, asam lemak bisa berbentuk
bebas (sebagai lemak yang terhidrolisis) maupun terikat sebagai gliserida.
Asam lemak tidak
lain adalah asam alkanoat atau asam
karboksilat dengan rumus
kimia R-COOH or R-CO2H. Contoh yang cukup sederhana misalnya adalah
H-COOH yang adalah asam format, H3C-COOH
yang adalah asam asetat, H5C2-COOH
yang adalah asam
propionat, H7C3-COOH
yang adalahasam butirat dan seterusnya mengikuti gugus alkil yang mempunyai ikatan
valensi tunggal,
sehingga membentuk rumus bangun alkana.
Karena berguna
dalam mengenal ciri-cirinya, asam lemak dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan asam
lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh hanya memiliki ikatan tunggal di antara atom-atom karbon penyusunnya,
sementara asam lemak tak jenuh memiliki paling sedikit satu ikatan ganda di antara atom-atom karbon
penyusunnya.
Asam lemak jenuh
bersifat lebih stabil (tidak mudah bereaksi) daripada asam lemak tak jenuh.
Ikatan ganda pada asam lemak tak jenuh mudah bereaksi dengan oksigen (mudah
teroksidasi). Karena itu, dikenal istilah bilangan oksidasi bagi asam lemak.
Ketengikan (Ingg. rancidity) terjadi karena asam
lemak pada suhu ruang dirombak akibat hidrolisis atau oksidasi menjadihidrokarbon, alkanal, atau keton,
serta sedikit epoksi dan alkohol (alkanol). Bau yang kurang sedap muncul
akibat campuran dari berbagai produk ini.
Minyak kelapa murni (Inggris: virgin
coconut oil) adalah minyak kelapa yang dibuat dari bahan
baku kelapa segar,
diproses dengan pemanasan terkendali atau tanpa pemanasan sama sekali, tanpa bahan kimia dan
RDB.
Penyulingan minyak kelapa seperti di atas berakibat kandungan senyawa-senyawa
esensial yang dibutuhkan tubuh tetap utuh. Minyak kelapa murni dengan kandungan
utama asam laurat ini memiliki sifat antibiotik,
anti bakteri dan jamur.
Minyak kelapa murni, atau lebih dikenal dengan Virgin Coconut Oil (VCO),
adalah modifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga dihasilkan produk
dengan kadar air dan
kadar asam lemak bebas yang
rendah, berwarna bening, berbau harum, serta mempunyai daya simpan yang cukup
lama yaitu lebih dari 12 bulan.
Pembuatan minyak kelapa murni ini memiliki banyak keunggulan, yaitu:
·
tidak
membutuhkan biaya yang mahal, karena bahan baku mudah didapat dengan harga yang
murah
·
pengolahan
yang sederhana dan tidak terlalu rumit, serta
·
penggunaan
energi yang minimal, karena tidak menggunakan bahan bakar, sehingga
·
kandungan
kimia dan nutrisinya tetap terjaga terutama asam lemak dalam minyak.
Minyak kelapa yang
dimanfaatkan adalah minyak kelapa yang telah melalui proses pemanasan guna
menghilangkan asam lemak bebasnya.
ALAT DAN BAHAN :
Alat
: Bahan
:
Neraca
analitik
digital •
Sampel minyak goreng
Gelas
piala 100
mL • alcohol
netral
Pipet
tetes •
Kertas saring
Pengaduk • aquadest
Erlenmeyer
asah 250
mL •
Larutan NaOH 0.0961
Gelas
piala 400
mL • Larutan indicator pp
Batu
didih •
sabun
Gelas
ukur 100 ml
Penangas
listrik
Pendingin
tegak
Buret
asam 50 mL
Corong
Masker
Statif
CARA KERJA :
Mempersiapkan
alat yang akan digunakan dan cuci hingga bersih
Menimbang ±
5 gram sampel minyak
Dimasukkan
kedalam Erlenmeyer asah 250 mL
Menambahkan
50 mL alcohol(CH3CH2OH) netral dan memasukkan batu didih
Memanaskan
Erlenmeyer tersebut diatas penangas listrik berpendingin tegak selama 30 menit
Kemudian
dinginkan Erlenmeyer tersebut dengan suhu kamar
Setelah
dingin,ditambahkan 2-3 tetes indicator phenophtalein(pp)
Kemudian
titar dengan NaOH yang telah distandarisasi
PENGAMATAN :
·
Massa sampel = 5.0172 gr
·
Penitaran = 0.7 ml
·
N NaOH = 0.0961 mmol/ml
·
BE Asam Laurat = 200 mg/mmol
PERHITUNGAN :
% = 0.7 ml x 0.0961 mmol/ml x 200 mg/mmol
: 5017.2 mg x 100%
= 0.26 %
KESIMPULAN :
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan dapat di
simpulakan bahwa kadar lemak bebas pada minyak kelapa ialah 0.26%
Makassar
, 29 september 2014
DAFTAR PUSTAKA :
·
http://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_kelapa
·
http://id.wikipedia.org/wiki/asamlemak
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar