LAPORAN LENGKAP
NAMA :
MUH . SYAFWAN BASRI
KLS/KLP :
IIIA/A.1.3
NIS :
124835
TANGAL PENETAPAN :
04 November 2014
JUDUL PENETAPAN :
Penetapan Kadar Lemak Cara Soxlet
TUJUAN PENETAPAN :
Untuk mengetahui kadar lemak yang
terkandung di dalam sampel(kacang)
DASAR PRINSIP :
Sokhetasi merupakan
proses pemisahan (
ekstrakti padatan ) suatu bahan alam dengan pelarut organic yang menggunakan
alat sokhlet. Pada umumnya metode sokhlet digunakan untuk memisahkan lemak dan
minyak nabati.
LANDASAN TEORI :
Soxhlet
merupakan alat yang terdiri dari pengaduk atau granul anti-bumping, still pot
(wadahpenyuling) bypass sidearm, thimble selulosa, extraction liquid, syphon
arm inlet, syphon arm outlet,expansion adapter, condenser (pendingin),
cooling water in, dan cooling water out. Soxhlet biasadigunakan dalam
pengekstrasian emak pada suatu bahan makanan. Metode soxhlet ini dipilihkarena
pelarut yang digunakan lebih sedikit (efesiensi bahan) dan larutan sari yang
dialirkanmelalui sifon tetap tinggal dalam labu, sehingga
pelarut yang digunakan untuk mengekstrak sampelselalu baru dan meningkatkan
laju ekstraksi. Waktu yang digunakan lebih cepat. Kerugian metodeini ialah
pelarut yang digunakan harus mudah menguap dan hanya digunakan untuk ekstraksisenyawa yang tahan panas (Harper 1979).Soxhlet
merupakan Ekstraksi padat-cair digunakan untuk memisahkan analit yang terdapat
padapadatan menggunkan pelarut organic. Padatan yang akan diekstrak dilembutkan
terlebih dahuludengan cara ditumbuk atau juga diiris-iris. Kemudian padatan
yang telah halus dibungkus dengankertas saring. Padatan yang terbungkkus kertas
saring dimasukkan kedalam alat ekstraksi soxhlet.Pelarut organic dimasukkan
kedalam labu alas bulat. Kemudian alat ektraksi soxhlet dirangkaidengan
kondensor . Ekstraksi dilakukan dengan memanaskan pelarut organic sampai semua
analitterekstrak (Annim A, 2013)
Sebuah
ekstraktor Soxhlet adalah bagian dari peralatan laboratorium. Ditemukan pada
tahun 1879 oleh Franz von Soxhlet. Ini awalnya dirancang untuk ekstraksi lipid
dari bahan padat. Namun, ekstraktor Soxhlet tidak terbatas pada ekstraksi
lipid. Biasanya, ekstraksi Soxhlet hanya diperlukan apabila senyawa yang
diinginkan memiliki kelarutan terbatas dalam pelarut, dan pengotor tidak larut
dalam pelarut. Jika senyawa yang diinginkan memiliki kelarutan
yang signifikan dalam pelarut maka filtrasi sederhana dapat digunakan untuk
memisahkan senyawa dari substansi pelarut.
Biasanya
bahan padat yang mengandung beberapa senyawa yang diinginkan ditempatkan dalam
sebuah sarung tangan yang terbuat dari kertas filter tebal, yang dimuat ke
dalam ruang utama dari ekstraktor Soxhlet. Ekstraktor Soxhlet ditempatkan ke
botol berisi ekstraksi pelarut. Soxhlet tersebut kemudian dilengkapi dengan
sebuah kondensor (Anonim B, 2013).
Sokletasi adalah suatu
metode / proses pemisahan suatu komponen yang terdapat dalam zat padat dengan
cara penyaringan berulang ulang dengan menggunakan pelarut tertentu, sehingga
semua komponen yang diinginkan akan terisolasi.
Catatan
William B. Jensen bahwa contoh awal extractor kontinu adalah bukti arkeologi
untuk Mesopotamia air panas ekstraktor untuk bahan organik berasal dari sekitar
3500 SM. Sebelum Soxhlet, kimiawan Perancis Anselme Payen juga memelopori
dengan ekstraksi terus menerus dalam tahun 1830-an.
Sebuah
ekstraktor Soxhlet adalah bagian dari peralatan laboratorium. Ditemukan pada
tahun 1879 oleh Franz von Soxhlet. Ini awalnya dirancang untuk ekstraksi lipid
dari bahan padat. Namun, ekstraktor Soxhlet tidak terbatas pada ekstraksi
lipid. Biasanya, ekstraksi Soxhlet hanya diperlukan apabila senyawa yang
diinginkan memiliki kelarutan terbatas dalam pelarut, dan pengotor tidak larut
dalam pelarut. Jika senyawa yang diinginkan memiliki kelarutan yang signifikan
dalam pelarut maka filtrasi sederhana dapat digunakan untuk memisahkan senyawa
dari substansi pelarut.
Biasanya
bahan padat yang mengandung beberapa senyawa yang diinginkan ditempatkan dalam
sebuah sarung tangan yang terbuat dari kertas filter tebal, yang dimuat ke
dalam ruang utama dari ekstraktor Soxhlet. Ekstraktor Soxhlet ditempatkan ke
botol berisi ekstraksi pelarut. Soxhlet tersebut kemudian dilengkapi dengan
sebuah kondensor.
Prinsip
soxhlet ialah ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru yang umumnya
sehinggaterjadi ekstraksi kontiyu dengan jumlah pelarut konstan dengan adanya
pendingin balik. Penetapankadar lemak dengan metode soxhlet ini dilakukan
dengan cara mengeluarkan lemak dari bahandengan pelarut anhydrous. Pelarut
anhydrous merupakan pelarut yang benar-benar bebas air. Haltersebut bertujuan
supaya bahan-bahan yang larut air tidak terekstrak dan terhitung sebagai
lemak serta keaktifan pelarut tersebut tidak berkurang. Pelarut yang
biasa digunakan adalah pelarut hexana(Darmasih 1997.
Adapun prinsip
sokletasi ini yaitu : Penyaringan yang berulang ulang sehingga hasil yang
didapat sempurna dan pelarut yang digunakan relatif sedikit. Bila penyaringan
ini telah selesai, maka pelarutnya diuapkan kembali dan sisanya adalah zat yang
tersari. Metode sokletasi menggunakan suatu pelarut yang mudah menguap dan
dapat melarutkan senyawa organik yang terdapat pada bahan tersebut, tapi tidak
melarutkan zat padat yang tidak diinginkan
Metoda sokletasi
seakan merupakan penggabungan antara metoda maserasi dan perkolasi. Jika pada
metoda pemisahan minyak astiri ( distilasi uap ), tidak dapat digunakan dengan
baik karena persentase senyawa yang akan digunakan atau yang akan diisolasi
cukup kecil atau tidak didapatkan pelarut yang diinginkan untuk maserasi
ataupun perkolasi ini, maka cara yang terbaik yang didapatkan untuk pemisahan
ini adalah sokletasi
Sokletasi digunakan
pada pelarut organik tertentu. Dengan cara pemanasan, sehingga uap yang timbul
setelah dingin secara kontunyu akan membasahi sampel, secara teratur pelarut
tersebut dimasukkan kembali kedalam labu dengan membawa senyawa kimia yang akan
diisolasi tersebut. Pelarut yang telah membawa senyawa kimia pada labu
distilasi yang diuapkan dengan rotary evaporator sehingga pelarut tersebut
dapat diangkat lagi bila suatu campuran organik berbentuk cair atau padat
ditemui pada suatu zat padat, maka dapat diekstrak dengan menggunakan pelarut
yang diinginkan.
ALAT DAN BAHAN :
Alat
: Bahan
:
Neraca
analitik
digital •
Sampel minyak goreng
Gelas
piala 100
mL
• alcohol
netral
Pipet
tetes •
Kertas saring
Pengaduk
• aquadest
Erlenmeyer
asah 250
mL •
Larutan NaOH 0.0961
Gelas
piala 400
mL
• Larutan indicator pp
Batu
didih •
sabun
Gelas
ukur 100 ml
Penangas
listrik
Pendingin
tegak
Buret
asam 50 mL
Corong
Masker
Statif
CARA KERJA :
Mempersiapkan
alat yang akan digunakan dan cuci hingga bersih
Menimbang ±
10 gram sampel minyak
Dimasukkan
kedalam hulls
masukkan hulls ke dalam soxlet dan beri pemberat
sambungkan soxlet dengan labu lemak berbatu didih yang dikeahui bobotnya
masukkan pelarut lemak melalui soxlet sampai 1/2 labu .
Sambungkan dengan pendingin dan ekstraksi selama 4 jam , selesai itu sulingkan kembali ,
sisa lemak labu disimpan dalam ove 105 derajat lalu dinginkan dan timbang hingga bobot tetap
PENGAMATAN :
·
Massa Lemak = 2.7884 gr
·
Massa Sampel = 10.0025 gr
PERHITUNGAN :
% = 2.7784 gr : 10.0025 gr x 100%
= 27.87 %
KESIMPULAN :
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan dapat di
simpulakan bahwa kadar lemak yang terkandung dalam kacang ialah 27.87 %
Makassar
, 29 september 2014
DAFTAR PUSTAKA :
http://inengahjuliana.blogspot.com/2013/06/laporan-soxhlet.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar