LAPORAN LENGKAP
NAMA :
MUH . SYAFWAN BASRI
KLS/KLP :
IIIA/A.1.3
NIS :
124835
TANGAL PENETAPAN :
04 November 2014
JUDUL PENETAPAN :
Penetapan Kadar Air Cara Xylol
TUJUAN PENETAPAN :
Untuk mengetahui kadar air yang
terkandung di dalam minyak
DASAR
PRINSIP :
Metode
penyulinga dengan pelarut yang tidak
dapat dicampur atau lebih dikenal ddengan xylol . sampel yang mengandung air
akan menguap . pada metode ini akan menggunakan alat aufhauser .
LANDASAN
TEORI :
Air
adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara
kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0 °C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarutyang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat
kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan
banyak macam molekul organik.
Molekul
air dapat diuraikan menjadi unsur-unsur asalnya dengan mengalirinya arus listrik. Proses ini disebut elektrolisis air. Pada katoda, dua molekul
air bereaksi dengan menangkap dua elektron, tereduksi menjadi gas H2 dan ion hidrokida (OH-).
Sementara itu pada anoda, dua molekul air lain terurai menjadi gas oksigen (O2), melepaskan 4 ion H+ serta
mengalirkan elektron ke katoda. Ion H+ dan OH- mengalami
netralisasi sehingga terbentuk kembali beberapa molekul air. Reaksi keseluruhan
yang setara dari elektrolisis air dapat dituliskan sebagai berikut.
Air
adalah pelarut yang kuat, melarutkan banyak jenis zat kimia. Zat-zat yang
bercampur dan larut dengan baik dalam air (misalnya garam-garam) disebut
sebagai zat-zat “hidrofilik” (pencinta air), dan zat-zat yang tidak mudah
tercampur dengan air (misalnya lemak dan minyak), disebut sebagai zat-zat
“hidrofobik” (takut-air). Kelarutan suatu zat dalam air ditentukan oleh dapat
tidaknya zat tersebut menandingi kekuatan gaya tarik-menarik listrik (gaya
intermolekul dipol-dipol) antara molekul-molekul air. Jika suatu zat tidak
mampu menandingi gaya tarik-menarik antar molekul air, molekul-molekul zat
tersebut tidak larut dan akan mengendap dalam air.
Air
menempel pada sesamanya (kohesi) karena air bersifat polar. Air memiliki
sejumlah muatan parsial negatif (σ-) dekat atom oksigen akibat pasangan
elektron yang (hampir) tidak digunakan bersama, dan sejumlah muatan parsial
positif (σ+) dekat atom oksigen. Dalam air hal ini terjadi karena atom oksigen
bersifat lebih elektronegatif dibandingkan atom hidrogen—yang berarti, ia (atom
oksigen) memiliki lebih “kekuatan tarik” pada elektron-elektron yang dimiliki
bersama dalam molekul, menarik elektron-elektron lebih dekat ke arahnya (juga
berarti menarik muatan negatif elektron-elektron tersebut) dan membuat daerah
di sekitar atom oksigen bermuatan lebih negatif ketimbang daerah-daerah di
sekitar kedua atom hidrogen.Air memiliki pula sifat adhesi yang tinggi disebabkan
oleh sifat alami kepolarannya.
Air
memiliki tegangan permukaan yang besar yang disebabkan oleh kuatnya sifat
kohesi antar molekul-molekul air. Hal ini dapat diamati saat sejumlah kecil air
ditempatkan dalam sebuah permukaan yang tak dapat terbasahi atau terlarutkan
(non-soluble); air tersebut akan berkumpul sebagai sebuah tetesan. Di atas
sebuah permukaan gelas yang amat bersih atau bepermukaan amat halus air dapat
membentuk suatu lapisan tipis (thin film) karena gaya tarik molekular antara
gelas dan molekul air (gaya adhesi) lebih kuat ketimbang gaya kohesi antar
molekul air.
Dalam
sel-sel biologi dan organel-organel, air bersentuhan dengan membran dan
permukaan protein yang bersifat hidrofilik; yaitu, permukaan-permukaan yang
memiliki ketertarikan kuat terhadap air.
Ada
beberapa metode untuk menentukan kadar air, di
antaranya sebagai berikut:
Metode Pemanasan Langsung
penetapan ini relative sederhana yaitu contoh yang telah ditimbang atau
diketahui bobotnya dipanaskan dalam suatu pengering listrik (oven) sampai bobit
tetap, dengan tekanan 1 atm.
Metode Penyulingan dengan Pelarut yang
tidak dapat Campur
Lebih dikenal dengan metode xylol (ksilena). Penetapan ini
sangat penting terutama yang mengandung air dan minyak terbang (volatile oils)
yang keduanya dapat mengauap. Penetapan ini dipakai alat ”aufhauser” atau alat
penerima bitwell dan stirling, dilengkapai dengan labu dan
pendinginliebig. Ksilena mempunya titik didih > titik didih air sehingga
bila dipanaskan maka air yang dahulu menguap. Bobot jenis ksilena lebih rendah
dari bobot jenis air dan keduanya tidak dapat bercampur,sehingga air akan
terletak dibagian bawah alat penerima bitwell dan dapat dibaca berapa
volumenya.
Bobot air dapat diketahui dengan menganggap bobot jenis air : 1 g/mL.
bila bahan yang ditetapkan dengan cara ini mengeluarkan busa pada waktu
dipanaskan (didihkan) maka ksilena tadi dibubuhi minyak paraffin atau paraffin
padat.
Metode Pengering Vacum
Dilakukan untuk menetapkan kadar air dalam contoh yang akan terurai kalau
dipanasskan pada suhu 100o-105oC
ALAT DAN BAHAN :
Alat
: Bahan
:
Neraca
analitik
digital •
Sampel minyak
Gelas
piala 100
mL
• Xylol
Labu
didih • ksilena
aufhausher
• aquadest
Batu
didih •
sabun
Penangas
listrik
CARA KERJA :
Mempersiapkan
alat yang akan digunakan dan cuci hingga bersih
Menimbang ±
10 gram sampel minyak , larutkan dengan xylol dan masukkan ke labu didih
Tambah
ksilena sampai ½ dari labu didih dan masukkan batu didih lalu sambung dengan
aufhausher
Panaskan
hingga ± 1 jam , lalu dinginkan . Alat di bilas dengan ksilena
Air
yang melekat di bagian aufhauser diturunkan dengan bulu ayam
Lalu
baca jumlah air
PENGAMATAN :
·
ml air yang dibaca = 0.1 gr
·
Massa Sampel = 15.0085 gr
PERHITUNGAN :
% = 0.1 gr : 15.0085 gr x 100%
= 0.66 %
KESIMPULAN :
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan dapat di
simpulakan bahwa kadar air yang terkandung dalam minyak ialah 0.66 %
DAFTAR PUSTAKA :
·
http://dapurkimia-dapurkimia.blogspot.in/2012/04/metode-penentuan-kadar-air-air-adalah.html?m=1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar