Selasa, 02 Desember 2014

penetapan bilangan penyabunan pada minyak


LAPORAN LENGKAP

NAMA :
MUH . SYAFWAN BASRI
KLS/KLP :
IIIA/A.1.3
NIS :
124835
TANGAL PENETAPAN :
23 September 2014
JUDUL PENETAPAN :
Penetapan kadar asam lemak bebas yang terkandung pada minyak kelapa
TUJUAN PENETAPAN :
Untuk mengetahui kadar asam lemak bebas yang terkandung pada minyak kelapa
DASAR PRINSIP :
Penetapan kadar asam lemak bebas pada titrasi sampel yang dilarutkan dengan alcohol netral oleh NaOH untuk menetralkan asam lemak bebas
LANDASAN TEORI
Asam lemak adalah senyawa alifatik dengan gugus karboksil. Bersama-sama dengan gliserol, asam lemak merupakan penyusun utama minyak nabati atau lemak dan merupakan bahan baku untuk semua lipid pada makhluk hidup. Asam ini mudah dijumpai dalam minyak masak (goreng), margarin, atau lemak hewan dan menentukan nilai gizinya. Secara alami, asam lemak bisa berbentuk bebas (sebagai lemak yang terhidrolisis) maupun terikat sebagai gliserida.
Asam lemak tidak lain adalah asam alkanoat atau asam karboksilat dengan rumus kimia R-COOH or R-CO2H. Contoh yang cukup sederhana misalnya adalah H-COOH yang adalah asam format, H3C-COOH yang adalah asam asetat, H5C2-COOH yang adalah asam propionat, H7C3-COOH yang adalahasam butirat dan seterusnya mengikuti gugus alkil yang mempunyai ikatan valensi tunggal, sehingga membentuk rumus bangun alkana.
Karena berguna dalam mengenal ciri-cirinya, asam lemak dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh hanya memiliki ikatan tunggal di antara atom-atom karbon penyusunnya, sementara asam lemak tak jenuh memiliki paling sedikit satu ikatan ganda di antara atom-atom karbon penyusunnya.
Asam lemak jenuh bersifat lebih stabil (tidak mudah bereaksi) daripada asam lemak tak jenuh. Ikatan ganda pada asam lemak tak jenuh mudah bereaksi dengan oksigen (mudah teroksidasi). Karena itu, dikenal istilah bilangan oksidasi bagi asam lemak.
Ketengikan (Ingg. rancidity) terjadi karena asam lemak pada suhu ruang dirombak akibat hidrolisis atau oksidasi menjadihidrokarbon, alkanal, atau keton, serta sedikit epoksi dan alkohol (alkanol). Bau yang kurang sedap muncul akibat campuran dari berbagai produk ini.
Minyak kelapa murni (Inggris: virgin coconut oil) adalah minyak kelapa yang dibuat dari bahan baku kelapa segar, diproses dengan pemanasan terkendali atau tanpa pemanasan sama sekali, tanpa bahan kimia dan RDB.
Penyulingan minyak kelapa seperti di atas berakibat kandungan senyawa-senyawa esensial yang dibutuhkan tubuh tetap utuh. Minyak kelapa murni dengan kandungan utama asam laurat ini memiliki sifat antibiotik, anti bakteri dan jamur.
Minyak kelapa murni, atau lebih dikenal dengan Virgin Coconut Oil (VCO), adalah modifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga dihasilkan produk dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah, berwarna bening, berbau harum, serta mempunyai daya simpan yang cukup lama yaitu lebih dari 12 bulan.


Pembuatan minyak kelapa murni ini memiliki banyak keunggulan, yaitu:

·         tidak membutuhkan biaya yang mahal, karena bahan baku mudah didapat dengan harga yang murah
·         pengolahan yang sederhana dan tidak terlalu rumit, serta
·         penggunaan energi yang minimal, karena tidak menggunakan bahan bakar, sehingga
·         kandungan kimia dan nutrisinya tetap terjaga terutama asam lemak dalam minyak.
Minyak kelapa yang dimanfaatkan adalah minyak kelapa yang telah melalui proses pemanasan guna menghilangkan asam lemak bebasnya.
ALAT DAN BAHAN :
 Alat :                                                               Bahan :
         Neraca analitik digital                     • Sampel minyak goreng
         Gelas piala 100 mL                         • alcohol netral                                
         Pipet tetes                                        • Kertas saring
         Pengaduk                                         • aquadest
         Erlenmeyer asah 250 mL                • Larutan NaOH 0.0961
         Gelas piala 400 mL                         • Larutan indicator pp
         Batu didih                                        • sabun
         Gelas ukur 100 ml
         Penangas listrik
         Pendingin tegak
         Buret asam 50 mL
         Corong
         Masker
         Statif

CARA KERJA :
         Mempersiapkan alat yang akan digunakan dan cuci hingga bersih
         Menimbang  ± 5 gram sampel minyak
         Dimasukkan kedalam Erlenmeyer asah 250 mL
         Menambahkan 50 mL alcohol(CH3CH2OH) netral dan memasukkan batu didih
         Memanaskan Erlenmeyer tersebut diatas penangas listrik berpendingin tegak selama 30 menit
         Kemudian dinginkan Erlenmeyer tersebut dengan suhu kamar
         Setelah dingin,ditambahkan 2-3 tetes indicator phenophtalein(pp)
         Kemudian titar dengan NaOH yang telah distandarisasi

PENGAMATAN :
·        Massa sampel = 5.0172 gr
·        Penitaran = 0.7 ml
·        N NaOH = 0.0961 mmol/ml
·        BE Asam Laurat = 200 mg/mmol

PERHITUNGAN :

% = 0.7 ml x 0.0961 mmol/ml x 200 mg/mmol : 5017.2 mg x 100%
= 0.26 %

KESIMPULAN :
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan dapat di simpulakan bahwa kadar lemak bebas pada minyak kelapa ialah 0.26%

                                                                                           Makassar , 29 september 2014


DAFTAR PUSTAKA :

·        http://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_kelapa
·        http://id.wikipedia.org/wiki/asamlemak




Penetapan kadar asam lemak bebas pada minyak kelapa


LAPORAN LENGKAP

NAMA :
MUH . SYAFWAN BASRI
KLS/KLP :
IIIA/A.1.3
NIS :
124835
TANGAL PENETAPAN :
23 September 2014
JUDUL PENETAPAN :
Penetapan kadar asam lemak bebas yang terkandung pada minyak kelapa
TUJUAN PENETAPAN :
Untuk mengetahui kadar asam lemak bebas yang terkandung pada minyak kelapa
DASAR PRINSIP :
Penetapan kadar asam lemak bebas pada titrasi sampel yang dilarutkan dengan alcohol netral oleh NaOH untuk menetralkan asam lemak bebas
LANDASAN TEORI
Asam lemak adalah senyawa alifatik dengan gugus karboksil. Bersama-sama dengan gliserol, asam lemak merupakan penyusun utama minyak nabati atau lemak dan merupakan bahan baku untuk semua lipid pada makhluk hidup. Asam ini mudah dijumpai dalam minyak masak (goreng), margarin, atau lemak hewan dan menentukan nilai gizinya. Secara alami, asam lemak bisa berbentuk bebas (sebagai lemak yang terhidrolisis) maupun terikat sebagai gliserida.
Asam lemak tidak lain adalah asam alkanoat atau asam karboksilat dengan rumus kimia R-COOH or R-CO2H. Contoh yang cukup sederhana misalnya adalah H-COOH yang adalah asam format, H3C-COOH yang adalah asam asetat, H5C2-COOH yang adalah asam propionat, H7C3-COOH yang adalahasam butirat dan seterusnya mengikuti gugus alkil yang mempunyai ikatan valensi tunggal, sehingga membentuk rumus bangun alkana.
Karena berguna dalam mengenal ciri-cirinya, asam lemak dibedakan menjadi asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh hanya memiliki ikatan tunggal di antara atom-atom karbon penyusunnya, sementara asam lemak tak jenuh memiliki paling sedikit satu ikatan ganda di antara atom-atom karbon penyusunnya.
Asam lemak jenuh bersifat lebih stabil (tidak mudah bereaksi) daripada asam lemak tak jenuh. Ikatan ganda pada asam lemak tak jenuh mudah bereaksi dengan oksigen (mudah teroksidasi). Karena itu, dikenal istilah bilangan oksidasi bagi asam lemak.
Ketengikan (Ingg. rancidity) terjadi karena asam lemak pada suhu ruang dirombak akibat hidrolisis atau oksidasi menjadihidrokarbon, alkanal, atau keton, serta sedikit epoksi dan alkohol (alkanol). Bau yang kurang sedap muncul akibat campuran dari berbagai produk ini.
Minyak kelapa murni (Inggris: virgin coconut oil) adalah minyak kelapa yang dibuat dari bahan baku kelapa segar, diproses dengan pemanasan terkendali atau tanpa pemanasan sama sekali, tanpa bahan kimia dan RDB.
Penyulingan minyak kelapa seperti di atas berakibat kandungan senyawa-senyawa esensial yang dibutuhkan tubuh tetap utuh. Minyak kelapa murni dengan kandungan utama asam laurat ini memiliki sifat antibiotik, anti bakteri dan jamur.
Minyak kelapa murni, atau lebih dikenal dengan Virgin Coconut Oil (VCO), adalah modifikasi proses pembuatan minyak kelapa sehingga dihasilkan produk dengan kadar air dan kadar asam lemak bebas yang rendah, berwarna bening, berbau harum, serta mempunyai daya simpan yang cukup lama yaitu lebih dari 12 bulan.


Pembuatan minyak kelapa murni ini memiliki banyak keunggulan, yaitu:

·         tidak membutuhkan biaya yang mahal, karena bahan baku mudah didapat dengan harga yang murah
·         pengolahan yang sederhana dan tidak terlalu rumit, serta
·         penggunaan energi yang minimal, karena tidak menggunakan bahan bakar, sehingga
·         kandungan kimia dan nutrisinya tetap terjaga terutama asam lemak dalam minyak.
Minyak kelapa yang dimanfaatkan adalah minyak kelapa yang telah melalui proses pemanasan guna menghilangkan asam lemak bebasnya.
ALAT DAN BAHAN :
 Alat :                                                               Bahan :
         Neraca analitik digital                     • Sampel minyak goreng
         Gelas piala 100 mL                         • alcohol netral                                
         Pipet tetes                                        • Kertas saring
         Pengaduk                                         • aquadest
         Erlenmeyer asah 250 mL                • Larutan NaOH 0.0961
         Gelas piala 400 mL                         • Larutan indicator pp
         Batu didih                                        • sabun
         Gelas ukur 100 ml
         Penangas listrik
         Pendingin tegak
         Buret asam 50 mL
         Corong
         Masker
         Statif

CARA KERJA :
         Mempersiapkan alat yang akan digunakan dan cuci hingga bersih
         Menimbang  ± 5 gram sampel minyak
         Dimasukkan kedalam Erlenmeyer asah 250 mL
         Menambahkan 50 mL alcohol(CH3CH2OH) netral dan memasukkan batu didih
         Memanaskan Erlenmeyer tersebut diatas penangas listrik berpendingin tegak selama 30 menit
         Kemudian dinginkan Erlenmeyer tersebut dengan suhu kamar
         Setelah dingin,ditambahkan 2-3 tetes indicator phenophtalein(pp)
         Kemudian titar dengan NaOH yang telah distandarisasi

PENGAMATAN :
·        Massa sampel = 5.0172 gr
·        Penitaran = 0.7 ml
·        N NaOH = 0.0961 mmol/ml
·        BE Asam Laurat = 200 mg/mmol

PERHITUNGAN :

% = 0.7 ml x 0.0961 mmol/ml x 200 mg/mmol : 5017.2 mg x 100%
= 0.26 %

KESIMPULAN :
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan dapat di simpulakan bahwa kadar lemak bebas pada minyak kelapa ialah 0.26%

                                                                                           Makassar , 29 september 2014


DAFTAR PUSTAKA :

·        http://id.wikipedia.org/wiki/Minyak_kelapa
·        http://id.wikipedia.org/wiki/asamlemak




Penetapan kadar air cara xylol

LAPORAN LENGKAP
NAMA :
MUH . SYAFWAN BASRI
KLS/KLP :
IIIA/A.1.3
NIS :
124835
TANGAL PENETAPAN :
04 November 2014
JUDUL PENETAPAN :
Penetapan Kadar Air Cara Xylol
TUJUAN PENETAPAN :
Untuk mengetahui kadar air yang terkandung di dalam minyak
DASAR PRINSIP :
Metode penyulinga  dengan pelarut yang tidak dapat dicampur atau lebih dikenal ddengan xylol . sampel yang mengandung air akan menguap . pada metode ini akan menggunakan alat aufhauser .
LANDASAN TEORI :
Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0 °C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarutyang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garamgulaasam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik.
Molekul air dapat diuraikan menjadi unsur-unsur asalnya dengan mengalirinya arus listrik. Proses ini disebut elektrolisis air. Pada katoda, dua molekul air bereaksi dengan menangkap dua elektron, tereduksi menjadi gas H2 dan ion hidrokida (OH-). Sementara itu pada anoda, dua molekul air lain terurai menjadi gas oksigen (O2), melepaskan 4 ion H+ serta mengalirkan elektron ke katoda. Ion H+ dan OH- mengalami netralisasi sehingga terbentuk kembali beberapa molekul air. Reaksi keseluruhan yang setara dari elektrolisis air dapat dituliskan sebagai berikut.
Air adalah pelarut yang kuat, melarutkan banyak jenis zat kimia. Zat-zat yang bercampur dan larut dengan baik dalam air (misalnya garam-garam) disebut sebagai zat-zat “hidrofilik” (pencinta air), dan zat-zat yang tidak mudah tercampur dengan air (misalnya lemak dan minyak), disebut sebagai zat-zat “hidrofobik” (takut-air). Kelarutan suatu zat dalam air ditentukan oleh dapat tidaknya zat tersebut menandingi kekuatan gaya tarik-menarik listrik (gaya intermolekul dipol-dipol) antara molekul-molekul air. Jika suatu zat tidak mampu menandingi gaya tarik-menarik antar molekul air, molekul-molekul zat tersebut tidak larut dan akan mengendap dalam air.
Air menempel pada sesamanya (kohesi) karena air bersifat polar. Air memiliki sejumlah muatan parsial negatif (σ-) dekat atom oksigen akibat pasangan elektron yang (hampir) tidak digunakan bersama, dan sejumlah muatan parsial positif (σ+) dekat atom oksigen. Dalam air hal ini terjadi karena atom oksigen bersifat lebih elektronegatif dibandingkan atom hidrogen—yang berarti, ia (atom oksigen) memiliki lebih “kekuatan tarik” pada elektron-elektron yang dimiliki bersama dalam molekul, menarik elektron-elektron lebih dekat ke arahnya (juga berarti menarik muatan negatif elektron-elektron tersebut) dan membuat daerah di sekitar atom oksigen bermuatan lebih negatif ketimbang daerah-daerah di sekitar kedua atom hidrogen.Air memiliki pula sifat adhesi yang tinggi disebabkan oleh sifat alami kepolarannya.
Air memiliki tegangan permukaan yang besar yang disebabkan oleh kuatnya sifat kohesi antar molekul-molekul air. Hal ini dapat diamati saat sejumlah kecil air ditempatkan dalam sebuah permukaan yang tak dapat terbasahi atau terlarutkan (non-soluble); air tersebut akan berkumpul sebagai sebuah tetesan. Di atas sebuah permukaan gelas yang amat bersih atau bepermukaan amat halus air dapat membentuk suatu lapisan tipis (thin film) karena gaya tarik molekular antara gelas dan molekul air (gaya adhesi) lebih kuat ketimbang gaya kohesi antar molekul air.
Dalam sel-sel biologi dan organel-organel, air bersentuhan dengan membran dan permukaan protein yang bersifat hidrofilik; yaitu, permukaan-permukaan yang memiliki ketertarikan kuat terhadap air.

Ada beberapa metode untuk menentukan kadar air, di antaranya sebagai berikut:
Metode Pemanasan Langsung
penetapan ini relative sederhana yaitu contoh yang telah ditimbang atau diketahui bobotnya dipanaskan dalam suatu pengering listrik (oven) sampai bobit tetap, dengan tekanan 1 atm.
Metode Penyulingan dengan Pelarut yang tidak dapat Campur
Lebih dikenal dengan metode xylol (ksilena). Penetapan ini sangat penting terutama yang mengandung air dan minyak terbang (volatile oils) yang keduanya dapat mengauap. Penetapan ini dipakai alat ”aufhauser” atau alat penerima bitwell dan stirling, dilengkapai dengan labu dan pendinginliebig. Ksilena mempunya titik didih > titik didih air sehingga bila dipanaskan maka air yang dahulu menguap. Bobot jenis ksilena lebih rendah dari bobot jenis air dan keduanya tidak dapat bercampur,sehingga air akan terletak dibagian bawah alat penerima bitwell dan dapat dibaca berapa volumenya.
Bobot air dapat diketahui dengan menganggap bobot jenis air : 1 g/mL. bila bahan yang ditetapkan dengan cara ini mengeluarkan busa pada waktu dipanaskan (didihkan) maka ksilena tadi dibubuhi minyak paraffin atau paraffin padat.
Metode Pengering Vacum
Dilakukan untuk menetapkan kadar air dalam contoh yang akan terurai kalau dipanasskan pada suhu 100o-105oC

ALAT DAN BAHAN :
 Alat :                                                               Bahan :
         Neraca analitik digital                     • Sampel minyak
         Gelas piala 100 mL                          • Xylol
         Labu didih                                         • ksilena
         aufhausher                                        • aquadest
         Batu didih                                         • sabun
         Penangas listrik

CARA KERJA :
         Mempersiapkan alat yang akan digunakan dan cuci hingga bersih
         Menimbang  ± 10 gram sampel minyak , larutkan dengan xylol dan masukkan ke labu didih
         Tambah ksilena sampai ½ dari labu didih dan masukkan batu didih lalu sambung dengan aufhausher
         Panaskan hingga ± 1 jam , lalu dinginkan . Alat di bilas dengan ksilena
         Air yang melekat di bagian aufhauser diturunkan dengan bulu ayam
         Lalu baca jumlah air
PENGAMATAN :
·        ml air yang dibaca = 0.1 gr
·        Massa Sampel = 15.0085 gr

PERHITUNGAN :

% = 0.1 gr : 15.0085 gr x 100%
= 0.66 %

KESIMPULAN :
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan dapat di simpulakan bahwa kadar air yang terkandung dalam minyak ialah 0.66 %

                                                                                           Makassar , 29 september 2014



DAFTAR PUSTAKA :
·        http://dapurkimia-dapurkimia.blogspot.in/2012/04/metode-penentuan-kadar-air-air-adalah.html?m=1